Aksi Dua Jari di Lorong Sepi

indosiar.docSTOP!! Jangan keburu mengkaitkan judul di atas dengan cerita mesum. Ini hanya kisah nyata tentang akhir pelarian seorang residivis. Mat Dolar, sebut saja begitu, konon dikenal sangat licin. Setiap kali polisi akan menangkapnya, ia selalu lolos. Padahal setiap kali upaya penangkapan selalu melibatkan banyak personil. Dalam setiap aksinya, penjahat satu ini mesti meninggalkan jejak kekejaman. Konon ia juga dikenal kebal peluru.

Alkisah berawal ketika seorang bintara polisi memergoki Mat Dolar berkeliaran di lahan parkir sebuah mall. Ibarat singa melihat buaya, sang bintara yang sedang tidak berseragam itu, hanya bisa mondar-mandir. Mau menangkap apalah daya, sebab si buaya bisa saja melahapnya. Selain hanya seorang diri, sang bintara saat itu sedang tidak membawa pistol. Hanya borgol yang terbawa di sakunya. Mau minta bantuan orang lain untuk menangkapnya, yang ada di sana hanya seorang petugas parkir. “Diburu puluhan polisi saja lolos, apalagi cuma seorang petugas parkir,” pikirnya.

Sang bintara menjauh. Ia bersembunyi di antara deretan mobil yang sedang parkir sambil terus mengamati gerak-gerik Mat Dolar. Diambilnya handphone dari saku celananya. Sial, ternyata ia lupa mengisi pulsa handphonenya. Upaya meminta bantuan ke markas pun tak bisa ia lakukan. Sementara itu, Mat Dolar yang tengah diintainya berjalan menjauh dari pandangannya.

sang bintara tidak mau kehilangan jejak. Ia mengikuti kemana arah Mat Dolar berjalan. Beberapa menit kemudian, sampailah di sebuah jalan menuju lorong sepi. “Apa yang akan dia lakukan,” pikir sang bintara yang makin penasaran dengan ulah buruannya.

Kali ini Mat Dolar terlihat menghentikan langkahnya. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri. Bersamaan itu, sepasang matanya melirik ke sekeliling sudut di lorong sepi itu. Sang bintara polisi tadi serta merta menyembunyikan tubuhnya di balik tiang listrik. Tak sadar sedang diintai, Mat Dolar berjalan mengendap menuju sebuah mobil milik warga yang diparkir di tepi jalan. Lantas ia mengeluarkan sebuah alat dari balik bajunya.

“Gawat…, rupanya dia mau mencuri mobil itu,” pikir sang bintara.

Sang bintara yang bersembunyi hanya sekitar 10 meter dari Mat Dolar melihat begitu jelas bagaimana penjahat ini dengan mudah mencongkel pintu mobil itu dengan alatnya. Begitu Mat Dolar mulai berada di dalam mobil, sang bintara berjalan pelahan mendekatinya. Dari luar pintu mobil, Mat Dolar terlihat sibuk mencari kabel untuk menghidupkan mesin mobil jarahannya. Saat Mat Dolar menjorokkan kepalanya ke bagian bawah dashbord, secepat kilat sang bintara menyergapnya.

“Jangan bergerak, saya tembak kamu,” teriak sang bintara sambil menahan kepala bagian belakang Mat Dolar supaya tidak melihatnya. Mat Dolar kali ini tidak berkutik. Ia pasrah saja ketika sang bintara memborgol pergelangan tangannya. Ia juga tidak melakukan perlawanan ketika sang bintara mengkaitkan pasangan borgolnya ke stir mobil itu.

Setelah merasa buruannya tidak mungkin melawan, sang bintara menarik rambut Mat Dolar agar kepalanya mendongak. “Akhirnya kamu tertangkap juga ya,” maki sang bintara sambil menodongkan jari telunjuk dan jari tengah ke wajah sang buronan kelas kakap itu. Mat Dolar tampak gusar ketika menyadari yang ditodongkan ternyata bukan pistol. Sang bintara rupanya juga baru sadar ia hanya menggunakan dua jari tangannya untuk menangkap penjahat keji yang terkenal kebal peluru sekelas Mat Dolar. Ia pun tertawa kegirangan sampai membuat warga setempat tiba-tiba berdatangan.(jalurinspirasi)

2 Tanggapan to “Aksi Dua Jari di Lorong Sepi”

  1. kiki banowati Berkata

    akhirnya terbukti kenekadan mengalahkan segala2nya.
    karena nekad walo hanya menggunakan 2 jari untuk menodong, dapat melumpuhkan dan menangkap penjahat sekaliber mat dolar

Komentar telah ditutup

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.