Ketukan dari Luar Kamar Pengantin
BARU sekitar jam 21.00, pesta pengantin pasangan Bunali dan Bunaktun usai. Karena memang tidak banyak tamu yang hadir. Keluarga pasangan ini sengaja tidak mengundang banyak orang. Bisa menikahkan mereka saja syukur. Karena yang dinikahkan adalah pasangan alumni Sekolah Luar Biasa (SLB).
Bunali dan Bunaktun memang pasangan idiot. Usai pesta pernikahan, bukannya menikmati malam pengantin di dalam kamar, seperti umumnya pasangan pengantin. Mereka malah asyik menonton teve di ruang tamu. Yang ditontonnya pun tayangan Mr Bean.
“Walah.. kalau begini caranya, kapan saya punya cucu,” pikir Kang Marijan, ayah Bunaktun. Meski Bunaktun cuma gadis idiot, begitu juga pasangannya, namun Marijan berharap mereka masih bisa memberi keturunan yang normal. Hanya itu cita-citanya yang belum terkabulkan. Dan hanya dari Bunaktun, karena ia anak semata wayang. Lantas dibimbingnya Bunaktun untuk mengajak suaminya masuk kamar. Marijan dengan sumeringah menutup pintu dari luar. “Hari ini anakku akan tahu nikmatnya jadi pengantin baru,” pikirnya.
Beberapa jam kemudian, ia buka pelahan pintu kamar sang pengantin. Ia intip apa yang terjadi di dalamnya. Marijan terkejut alang kepalang. Bunali asyik dengan kado-kadonya, si Bunaktun malah terlihat duduk di lantai. Bengong. Sementara ranjang pengantin mereka masih terlihat belum tersentuh.
Marijan tak sabar lagi. Disuruhnya Bunali melepas seluruh pakaian yang membungkus tubuhnya. “Sudah.. sekarang berhenti membuka kado. Tugasmu adalah membuka baju Bunaktun. Terus tidur…,” pintanya. Marijan buru-buru keluar kamar, sebelum Bunali membuka baju istrinya.
Sekitar dua jam kemudian, ia intip lagi. Eeeeh, pasangan pengantin baru itu belum ada tanda-tanda seperti yang diharapkan. “Begini Bunali, Bapak sekarang kasih tugas kamu. Nanti, kalau Bapak keluar dari kamar, pistol kamu (maaf, sambil menunjuk kemaluan Bunali) masukkan ke tempatnya. Itu tempatnya (maaf, sambil menunjuk kemaluan Bunaktun). Kalau pintunya Bapak ketuk sekali, pistol kamu keluarkan dari tempatnya. Kalau Bapak ketuk pintu dua kali, pistol kamu masukkan lagi ke tempatnya,” ujar Marijan. Bunali menganggukkan kepala dengan pandangan mata yang kosong.
Kemudian serta merta Marijan keluar dari kamar dan menutupnya dari luar. Tanpa pikir panjang, ia langsung mengetuk pintu kamar itu sekali. Ia tunggu sesaat, lalu mengetuk dua kali. Beberapa saat lagi, ia mengetuk pintu kamar itu sekali. Tiba-tiba…..
“Pak.., ngetuk pintunya cepetan….,” terdengar teriakan Bunali dari dalam kamar.
“Apa….!!!” sahut Marijan kaget.
“Enaaaaaaakkk Paakkk, cepetan ngetuknya…,” teriak Bunali lagi.
“Iya… iya…..” sahut Marijan sambil tergopoh-gopoh mengetuk pintu kamar sang pengantin sekenanya. (inspirator)