Aksi Dua Jari di Lorong Sepi

Posted in Cerita Baik, Humor dengan kaitan (tags) , , , , on 4 April 2009 by jalurinspirasi

indosiar.docSTOP!! Jangan keburu mengkaitkan judul di atas dengan cerita mesum. Ini hanya kisah nyata tentang akhir pelarian seorang residivis. Mat Dolar, sebut saja begitu, konon dikenal sangat licin. Setiap kali polisi akan menangkapnya, ia selalu lolos. Padahal setiap kali upaya penangkapan selalu melibatkan banyak personil. Dalam setiap aksinya, penjahat satu ini mesti meninggalkan jejak kekejaman. Konon ia juga dikenal kebal peluru.

Alkisah berawal ketika seorang bintara polisi memergoki Mat Dolar berkeliaran di lahan parkir sebuah mall. Ibarat singa melihat buaya, sang bintara yang sedang tidak berseragam itu, hanya bisa mondar-mandir. Baca selebihnya »

Ketukan dari Luar Kamar Pengantin

Posted in Cerita Baik, Humor dengan kaitan (tags) , , , on 1 April 2009 by jalurinspirasi

ilustrasiBARU sekitar jam 21.00, pesta pengantin pasangan Bunali dan Bunaktun usai. Karena memang tidak banyak tamu yang hadir. Keluarga pasangan ini sengaja tidak mengundang banyak orang. Bisa menikahkan mereka saja syukur. Karena yang dinikahkan adalah pasangan alumni Sekolah Luar Biasa (SLB).

Bunali dan Bunaktun memang pasangan idiot. Usai pesta pernikahan, bukannya menikmati malam pengantin di dalam kamar, seperti umumnya pasangan pengantin. Mereka malah asyik menonton teve di ruang tamu. Yang ditontonnya pun tayangan Mr Bean.

Walah.. kalau begini caranya, kapan saya punya cucu,” pikir Kang Marijan, ayah Bunaktun. Meski Bunaktun cuma gadis idiot, begitu juga pasangannya, namun Marijan berharap mereka masih bisa memberi keturunan yang normal. Hanya itu cita-citanya yang belum terkabulkan. Dan hanya dari Bunaktun, karena ia anak semata wayang. Lantas dibimbingnya Bunaktun untuk mengajak suaminya masuk kamar. Marijan dengan sumeringah menutup pintu dari luar. “Hari ini anakku akan tahu nikmatnya jadi pengantin baru,” pikirnya. Baca selebihnya »

Caleg, Capeg dan Capeng, Apa Bedanya

Posted in Sekitar Kita dengan kaitan (tags) , , , , , , , on 23 Maret 2009 by jalurinspirasi

doc.jaringinspirasiBEGITULAH bunyi kalimat sms di handphone saya. Jujur, awalnya saya tidak tertarik. Lagi pula sms itu dikirim sekitar jam 23.30 wib, saat saya mulai mengantuk. Saya lempar begitu saja handphone itu ke dekat bantal. “Gila..,” umpat saya seraya beranjak mencari PW (baca: posisi wuenaak) untuk tidur.

“SMS dari siapa? Kalau gak mau terima sms, matikan handphone saja. Itu lebih tidak membuat orang kecewa,” kata istri saya.

“Tengah malam kok maksa orang berpikir,” gerutu saya sambil menyerahkan handphone kepada istri untuk membacanya sendiri. Beginilah cara saya, agar istri selalu berpikir positif terhadap sms ‘nyeleneh’ di handphone saya.

Sementara istri membaca sms, saya berusaha memejamkan mata. Tapi, saya malah membayangkan si pengirim sms. Sahabat saya, guru saya, seorang pebisnis kaya raya, sebut saja Pak Bagong. “Kamu di mana…, sama siapa… sekarang berbuat apa…,” pertanyaan-pertanyaan seperti syairnya Andhika, vokalis Kangen Band, pun mengganggu pikiran saya.

Baca selebihnya »

Kisah Handuk Oknum Polisi

Posted in Sekitar Kita dengan kaitan (tags) , , on 20 Maret 2009 by jalurinspirasi

ilustrasiSUATU saat, ketika masih jadi wartawan, saya menghadap seorang kapolres karena telanjur penasaran terhadap berita megenai tertangkapnya seorang pembalap yang beralih profesi menjadi pengedar narkoba.

Saya sampaikan kepada sang kapolres, keingintahuan saya lebih dalam kenapa pria yang namanya dikenal sebagai pembalap itu tercebur ke narkoba. Saya minta ijin ngebon (istilah untuk bertemu secara khusus dengan tersangka) untuk wawancara dari hati ke hati. Baca selebihnya »

Melompat dari Roller Coaster

Posted in Sekitar Kita dengan kaitan (tags) , on 20 Maret 2009 by jalurinspirasi

ilustrasiPERMAINAN kereta luncur ini hanya bisa dinikmati dengan duduk. Tubuh masih harus menggunakan safetybelt. Siapa pun akan dibuat ekstra tegang. Resikonya tidak tanggung-tanggung: mati. Tapi di situlah nilai kemahalan dari permainan ini.

Roller coaster sangat pas dijadikan suri tauladan dalam menjalani kehidupan. Di sana ada nuansa kemewahan, nuansa begitu indahnya melihat sekeliling ketika berada di atas, nuansa begitu ketakutan ketika kereta luncur mendadak menukik dari atas ke bawah. Yang paling penting dari semua itu, apa pun nuansanya tidak seorang boleh mundur dari permainan. Semua harus menjalaninya sampai akhir. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.