STOP!! Jangan keburu mengkaitkan judul di atas dengan cerita mesum. Ini hanya kisah nyata tentang akhir pelarian seorang residivis. Mat Dolar, sebut saja begitu, konon dikenal sangat licin. Setiap kali polisi akan menangkapnya, ia selalu lolos. Padahal setiap kali upaya penangkapan selalu melibatkan banyak personil. Dalam setiap aksinya, penjahat satu ini mesti meninggalkan jejak kekejaman. Konon ia juga dikenal kebal peluru.
Alkisah berawal ketika seorang bintara polisi memergoki Mat Dolar berkeliaran di lahan parkir sebuah mall. Ibarat singa melihat buaya, sang bintara yang sedang tidak berseragam itu, hanya bisa mondar-mandir. Baca selebihnya »
BARU sekitar jam 21.00, pesta pengantin pasangan Bunali dan Bunaktun usai. Karena memang tidak banyak tamu yang hadir. Keluarga pasangan ini sengaja tidak mengundang banyak orang. Bisa menikahkan mereka saja syukur. Karena yang dinikahkan adalah pasangan alumni Sekolah Luar Biasa (SLB).
BEGITULAH bunyi kalimat sms di handphone saya. Jujur, awalnya saya tidak tertarik. Lagi pula sms itu dikirim sekitar jam 23.30 wib, saat saya mulai mengantuk. Saya lempar begitu saja handphone itu ke dekat bantal. “Gila..,” umpat saya seraya beranjak mencari PW (baca: posisi wuenaak) untuk tidur.
SUATU saat, ketika masih jadi wartawan, saya menghadap seorang kapolres karena telanjur penasaran terhadap berita megenai tertangkapnya seorang pembalap yang beralih profesi menjadi pengedar narkoba.
PERMAINAN kereta luncur ini hanya bisa dinikmati dengan duduk. Tubuh masih harus menggunakan safetybelt. Siapa pun akan dibuat ekstra tegang. Resikonya tidak tanggung-tanggung: mati. Tapi di situlah nilai kemahalan dari permainan ini.